Sembilan Langkah yang Perlu Diketahui Penulis

Dari Naskah ke Buku Jadi: Sembilan Langkah yang Perlu Diketahui Penulis

Panduan Penerbitan

Dari Naskah ke Buku Jadi: Sembilan Langkah yang Perlu Diketahui Penulis

Perjalanan buku mirip membangun rumah. Setiap tahap menunggu tahap sebelumnya benar-benar beres.

Sebuah buku jarang lahir hanya karena naskahnya selesai diketik. Perjalanannya mirip membangun rumah: ada pondasi, dinding, atap, dan sentuhan akhir, dan setiap tahap menunggu tahap sebelumnya benar-benar beres. Penulis yang memahami alurnya akan lebih tenang, lebih hemat biaya, dan lebih siap saat buku akhirnya sampai di tangan pembaca. Ada sembilan tahap yang biasanya dilalui, dari naskah mentah hingga buku jadi.

  1. 1

    Tahap 1 · Naskah

    Tahap pertama adalah merampungkan naskah. Di sinilah isi dirapikan lewat penyuntingan bahasa dan susunan kalimat, lalu diperiksa kembali agar bebas salah ketik. Gaya menulis dan istilah juga perlu seragam dari awal sampai akhir. Kerjakan semuanya sebelum masuk ke urusan tampilan, sebab mengubah isi setelah halaman ditata ibarat memindahkan tembok setelah rumah dicat: bisa dilakukan, tetapi jauh lebih mahal.

  2. 2–3

    Tahap 2 & 3 · Wajah Buku

    Tahap kedua dan ketiga menyangkut wajah buku. Tata letak isi menentukan kenyamanan membaca, mulai dari ukuran buku seperti A5 atau B5, jenis dan besar huruf, nomor halaman, hingga margin dan jarak antarbaris. Pilihan ini perlu disesuaikan dengan jenis bukunya. Setelah itu datang sampul, hal pertama yang dilihat calon pembaca. Konsepnya harus selaras dengan tema, lengkap dengan warna, huruf, dan gambar yang tepat, serta sampul belakang yang memuat sinopsis, biodata penulis, dan ISBN. Uji juga sampulnya dalam ukuran kecil, karena pembeli daring biasanya melihat gambar mungil lebih dulu.

  3. 4–5

    Tahap 4 & 5 · Identitas dan Berkas

    Tahap keempat dan kelima berkaitan dengan identitas dan kesiapan berkas. ISBN sebaiknya diurus lebih awal, karena toko buku, distributor, dan pasar daring umumnya memintanya, dan sebagian penerbit juga membantu pencatatan hak cipta. Sesudah itu berkas masuk tahap pracetak (prepress): dibuat dalam PDF beresolusi tinggi dengan gambar yang tajam, margin dan area bleed yang sesuai, serta tidak ada tulisan yang terpotong di tepi. Cara paling aman adalah meminta spesifikasi berkas dari percetakan, lalu mencocokkannya sebelum mengirim.

  4. 6–7

    Tahap 6 & 7 · Cetak dan Jilid

    Tahap keenam dan ketujuh adalah mencetak dan menjilid. Pilih metode cetak sesuai jumlah, dan perbedaan offset dengan digital sudah kami bahas di tulisan sebelumnya. Jenis kertas juga ikut menentukan, entah kertas buku, HVS, atau art paper, begitu pula bentuk sampul, lunak atau keras, dengan laminasi doff atau mengilap. Setelah halaman tercetak, kumpulan lembar itu dijilid. Jilid lem panas (perfect binding) paling umum, jahit benang lebih kuat untuk buku tebal, dan spiral banyak dipakai untuk modul atau buku ajar. Pilih jilid yang sesuai dengan tebal dan penggunaan buku.

  5. 8

    Tahap 8 · Pemeriksaan Mutu

    Tahap kedelapan sering terlewat, padahal penting: pemeriksaan mutu. Periksa contoh hasil cetak, mulai dari warna sampul, kerapian jilid, hingga ketajaman cetak, sebelum menyetujui pencetakan seluruh jumlah. Satu contoh yang diperiksa teliti dapat mencegah ratusan eksemplar yang cacat. Setelah lolos, barulah buku siap bergerak ke tahap terakhir.

  6. 9

    Tahap 9 · Distribusi

    Tahap kesembilan adalah distribusi. Buku bisa dijual sendiri atau lewat penerbit yang menempatkannya di toko buku, pasar daring, dan acara peluncuran. Rencanakan jalurnya sejak sebelum cetak, supaya jumlah dan bentuk yang dipesan sesuai kebutuhan pembaca.