Mengenal ISBN, ISSN, dan DOI

Penerbitan

Mengenal ISBN, ISSN, dan DOI: Tiga Kode yang Menjaga Karya Anda Mudah Ditemukan dan Dirujuk

  • Najaya Mitra Sejahtera
  • Bacaan sekitar 3 menit
  • ISBN · ISSN · DOI

Selesai menulis naskah bukanlah ujung perjalanan sebuah karya. Setelah isi disusun dan disunting, ada satu pertanyaan penting yang sering luput: bagaimana karya itu akan dikenali, dicatat, dan ditemukan oleh pembaca yang membutuhkannya? Di sinilah tiga kode identitas, yaitu ISBN, ISSN, dan DOI, berperan. Ketiganya sering disebut dalam satu napas, padahal tiap kode memiliki tugas dan sasaran yang berbeda. Memahami perbedaannya sejak awal akan menghemat waktu penulis dan mencegah masalah saat karya hendak diterbitkan atau dinilai.

ISBN

Identitas untuk buku

ISBN (International Standard Book Number) adalah nomor 13 digit yang menjadi identitas sebuah buku. Seperti nomor induk bagi seorang pelajar, kode ini membantu perpustakaan, toko buku, dan distributor mengenali judul tertentu tanpa tertukar dengan judul lain. Setiap judul, dan umumnya setiap edisi serta format seperti cetak atau digital, memiliki nomornya sendiri. Penerbit biasanya yang mengajukan nomor ini, lalu mencantumkannya pada sampul belakang dan halaman hak cipta. Perlu dipahami pula bahwa ISBN adalah penanda identitas, bukan penilaian atas mutu isi buku.

ISSN

Identitas untuk terbitan berkala

Berbeda dengan buku yang terbit sekali sebagai satu karya utuh, jurnal ilmiah, majalah, dan buletin terbit berulang dalam satu rangkaian. Untuk terbitan berkala seperti inilah ISSN (International Standard Serial Number) dipakai. Nomornya terdiri atas delapan digit dan melekat pada seri secara keseluruhan, bukan pada tiap edisinya. Bila sebuah jurnal hadir dalam versi cetak dan versi daring, keduanya dapat memiliki nomor yang berbeda. Karena itu, pengelola jurnal kampus atau komunitas sebaiknya mengurus ISSN sebelum menerbitkan nomor perdana.

DOI

Identitas untuk dokumen digital

DOI (Digital Object Identifier) bekerja di ranah yang lain, yaitu dokumen digital seperti artikel jurnal, prosiding, dan laporan penelitian. Kode ini berupa tautan permanen yang tetap mengarah ke karya yang sama walaupun alamat situs penyimpannya berpindah. Bagi peneliti, DOI hampir menjadi kebutuhan pokok karena memudahkan sitasi, penelusuran, dan pengindeksan di berbagai basis data ilmiah. Pendaftarannya umumnya dilakukan oleh penerbit jurnal melalui lembaga pendaftar DOI, sehingga penulis artikel biasanya cukup memastikan bahwa jurnal tujuannya memberikannya.

Saling melengkapi

Ketiga kode ini tidak saling menggantikan, melainkan saling melengkapi. Sebuah buku ajar cukup ber-ISBN. Sebuah jurnal memerlukan ISSN untuk serinya, sementara setiap artikel di dalamnya dapat memiliki DOI masing-masing. Dalam praktiknya, sebuah buku bunga rampai pun dapat menyertakan DOI untuk bab-babnya agar tiap tulisan mudah dirujuk secara terpisah. Cara termudah untuk mengingatnya: ISBN untuk buku, ISSN untuk seri terbitan, dan DOI untuk dokumen digital yang berdiri sendiri.

ISBN untuk buku, ISSN untuk seri terbitan, dan DOI untuk dokumen digital yang berdiri sendiri.

Cara mudah mengingatnya

Kekeliruan yang perlu dihindari

Kekeliruan yang paling sering terjadi adalah memakai kode yang tidak sesuai dengan jenis karya, misalnya mengajukan ISSN untuk satu buku tunggal atau mengira ISBN dapat menggantikan DOI sebuah artikel. Kesalahan lain adalah mengurus kode setelah buku dicetak, sehingga nomor tidak sempat tercantum pada sampul dan halaman hak cipta, dan akhirnya buku harus dicetak ulang. Dampaknya tidak kecil: karya bisa sulit masuk katalog perpustakaan, kurang terindeks dengan baik, atau bahkan dipertanyakan oleh lembaga akademik.

Karya keilmuan layak hadir dengan identitas yang jelas, sebab kejelasan itu bagian dari amanah ilmiah: mudah ditelusuri, mudah dirujuk, dan dapat dipertanggungjawabkan. Sebelum naskah masuk tahap cetak, luangkan waktu untuk memastikan kode apa yang dibutuhkan karya Anda. Jika masih ragu, Najaya Mitra Sejahtera siap mendampingi, mulai dari menentukan kode yang tepat, mengurus ISBN, hingga memastikan nomornya tercetak dengan benar pada buku Anda. Ceritakan naskah Anda kepada kami, dan mari kita siapkan bersama.

Minta Penawaran